Dalam beberapa hari ini, saya sedang berusaha menyelami makna yang terkandung di dalam kata “zuhud.” Saya sangat penasaran dengan kata yang satu ini. Kata ini bukanlah kata yang asing ditelinga, mungkin juga dengan Anda. Kata ini begitu sering muncul dalam tema-tema keislaman. Karena Islam memang menganjurkan umatnya untuk senantiasa hidup zuhud.
Zuhud sangat identik dengan penghindaran terhadap kehidupan dunia. Bahkan secara ekstrem penerapan zuhud bisa berarti menjauhi seluruh kepentingan yang terdapat unsur duniawi. Ya tentu saja, semua ini memiliki dasar, mengapa zuhud ini perlu.
Jadi, mengapa zuhud itu perlu dipraktekan dalam kehidupan? Apakah zuhud itu? Kalau dipraktekan, bagaimana cara mempraktekannya dalam kehidupan ini. Sekarang, kita akan coba mengkaji serta menelaah kata zuhud ini.
Arti Zuhud
Seperti kutipan yang saya ambil dari muslim.or.id secara bahasa, zuhud berarti berpaling dari sesuatu karena hinanya sesuatu tersebut dan tidak dibutuhkan. Dalam bahasa Arab terdapat ungkapan “syaiun zahidun” yang berarti “sesuatu yang rendah dan hina.”
Sedangkan secara istilah, masih dari muslim.or.id. Ibnu Taimiyah mengatakan, yang disampaikan kepada muridnya, Ibnu Qoyyim bahwa zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat demi kehidupan akhirat.
Al Hasan Al Basri mengatakan bahwa zuhud itu bukanlah mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta, akan tetapi zuhud di dunia adalah engkau lebih mempercayai apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada di tanganmu.
Masih ada lagi. Dalam buku Syarah Hadist Arba’in Imam Nawawi, menuliskan zuhud adalah meninggalkan apa-apa yang tidak dibutuhkannya di dunia meskipun halal dan mencukupkan dengan yang ada.
Pemaknaan Zuhud
Setelah mengetahui arti “zuhud” secara bahasa dan istilah. Kita coba berusaha mencari hikmah dibalik kata penuh makna ini.
Dari berbagai definisi di atas baik secara bahasa ataupun istilah, ada satu kunci atau keyword berkaitan dengan zuhud. Keyword itu adalah hidup sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan sehingga melalaikan dari kehidupan akhirat.
Hidup sesuai kebutuhan memiliki arti bahwa apa yang kita miliki memang benar-benar menjadi kebutuhan hidup kita. Dan kitapun melihatnya dari sisi kemanfaatan dan kegunaan dari yang kita miliki tersebut. Begitu juga dengan kepemilikan atau penggunaan yang berlebihan. Tapi akan kita bahas nanti, sabar ya…
Penerapan Zuhud
Kita masuk kepembahasan ini. Bagaimana penerapannya?
Begini, kadang-kadang kita sebagai manusia mudah sekali terpancing dengan berbagai tawaran kemewahan dunia. Paling tidak kita begitu tergiur untuk memiliki sesuatu yang baru. Misalnya saja, HP, televisi, dan berbagai fasilitas yang lain. Naluri kita merasa, saya menginginkan HP model terbaru itu.
Pikiran kita, bahkan pikiran bawah sadar kita ini telah berhasil dikuasai oleh budaya konsumerisme yang berlebih. Artinya, kebanyakan kita lebih mendahulukan kepemilikan barang daripada melihat manfaat dan kegunaannya buat kita. Coba saja lihat di rumah Anda. Barang apa saja yang dirumah Anda yang sudah Anda beli, dan sampaikan saat ini belum Anda manfaatkan atau digunakan? Pasti jumlah sangat banyak.
Zuhud sebenarnya ingin memberikan suatu kontrol sikap dari budaya konsumerisme yang berlebihan. Kalau kita terus mengikuti keinginan untuk memiliki sesuatu, selamanya hati kita tidak akan merasa santai. Semakin menuruti, semakin resah diri kita.
Beberapa hari yang lalu, saya membeli tabloid PULSA. Saya mencari informasi seputar ponsel. Yang saya cari adalah software yang dapat mendukung fasilitas HP. Ternyata saya juga mendapatkan informasi tentang ponsel-ponsel teranyar dan canggih dengan fasilitas pendukung yang mantap. Saya pun melihat ponsel saya. Terlintas memang untuk mengganti ponsel yang baru. Tapi setelah saya lihat kebutuhan dan kemanfaatan dari fasilitas, rasa-rasanya saya belum membutuhkan ponsel keluaran terbaru. Lagi pula ponsel saya memiliki fasilitas yang saya perlukan. (selain memang ga punya duitnya, he..he…he…)
Kalau kita hanya memerlukan satu ponsel, ya cukup satu ponsel aja. Jangan punya dua, tiga, apalagi sampai sepuluh ponsel. Masing-masing ponsel untuk SMS, Telpon, Modem, Chating, YM-an, FB-an, dan Twiter-an. Ini namanya over kebutuhan. Sikap ini menguntungkan produsen dan merugikan konsumen.
Zuhud juga merupakan jawaban dari hukum Parkinson. Yang mengatakan jumlah pendapatan yang besar berbanding lurus dengan pengeluaran yang besar juga. Berapa pun pendapatan (uang) yang kita terima maka kita pun memiliki kecenderungan untuk melakukan pengeluaran yang besar pula. Hukum Parkinson ini membuat angka keuangan kita selalu NOL (0) bahkan minus (-).
Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk zuhud. Mengambil dari kehidupan ini sesuai dengan kebutuhan yang memang ada manfaat dan kegunaan bagi diri kita. Hidup seperti ini akan membuat hati menjadi tenang. Tetap nyaman menjalani hidup dan sekaligus menjalankan ajaran Islam dengan baik.
Ikhtiar Rejeki Halal, Barokah dan Melimpah
Semangat Mendapatkan Rejeki Halal, Barokah dan Melimpah Saling Berbagi Inspirasi, Semangat Untuk Meraihkan Kesuksesan Rejeki
Jumat, 18 Juni 2010
Selasa, 08 Juni 2010
Potensi Besar Yang Dimiliki Manusia
Kemampuan memilih dan mengambil keputusan berdampak jangka panjang bagi manusia. Biasanya seorang yang sudah mengambil keputusan akan sulit untuk mengulangi keputusannya lagi atau berusaha merubah keputusannya yang lama.
Manusia memiliki kelebihan dibandingkan dengan mahluk yang diciptakan Allah, karena manusia memiliki akal. Dengan akal ini manusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dan memilih suatu hal dalam hidupnya. Dari kemampuan ini, manusia memiliki banyak kesempatan untuk selalu berkembang menuju kesuksesan hidup. Tapi ada juga kegagalan yang berawal kemampuan yang satu ini.
Kemampuan memilih dan mengambil keputusan berdampak jangka panjang bagi manusia. Biasanya seorang yang sudah mengambil keputusan akan sulit untuk mengulangi keputusannya lagi atau berusaha merubah keputusannya yang lama.
Oleh karena itu, sebelum manusia memilih atau mengambil keputusan selalu diawali dengan proses berpikir, mempertimbangkan banyak hal, dan melakukan analisa serta evaluasi. Hal ini dilakukan agar keputusannya adalah keputusannya yang tepat dan tidak akan merugikannya dikemudian hari.
Namun, ada juga manusia yang mengambil keputusan tidak melalui proses berpikir, pertimbangan, analisa dan evaluasi. Untuk orang yang memiliki bakat tertentu mengambil keputusan tanpa proses tersebut akan sangat mudah. Tetapi untuk orang yang belum terbiasa, ia akan sering mengalami kekecewaan terhadap keputusan yang diambil.
Meski orang dengan bakat mengambil keputusan tanpa melalui proses tersebut. Saya yakin bahwa mereka adalah orang-orang selalu melakukan proses berpikir terus menerus. Proses berpikirnya tidak hanya ketika menghadapi suatu pilihan atau permasalahan. Mereka senantiasa berpikir untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya dalam hal kehidupan mereka.
Belum lagi ditambah dengan pengalaman. Pengalaman yang mereka alami menjadi data yang penting bagi proses berpikirnya. Tidak akan melupakan berbagai macam pengalaman hidup yang ditemui. Mereka akan terus mencari pengalaman baru di bidang yang baru pula atau pada bidang yang sama. Pepatah yang mengatakan, pengalaman adalah guru yang terbaik merupakan ungkapan yang tepat. Karena manusia bisa mencapai kesuksesan disebabkan oleh pengalaman dan proses berpikir.
Manusia yang diberikan akal untuk melakukan proses berpikir dan menemukan pengalaman, maka sudah seharus manusia terus mengoptimal potensi yang telah ada ini. Optimalkan untuk kemajuan bagi peradaban manusia yang beradab. Meningkatkan potensi diri untuk dapat mengambil peran pada proses pembangunan peradaban.
Manusia memiliki kelebihan dibandingkan dengan mahluk yang diciptakan Allah, karena manusia memiliki akal. Dengan akal ini manusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dan memilih suatu hal dalam hidupnya. Dari kemampuan ini, manusia memiliki banyak kesempatan untuk selalu berkembang menuju kesuksesan hidup. Tapi ada juga kegagalan yang berawal kemampuan yang satu ini.
Kemampuan memilih dan mengambil keputusan berdampak jangka panjang bagi manusia. Biasanya seorang yang sudah mengambil keputusan akan sulit untuk mengulangi keputusannya lagi atau berusaha merubah keputusannya yang lama.
Oleh karena itu, sebelum manusia memilih atau mengambil keputusan selalu diawali dengan proses berpikir, mempertimbangkan banyak hal, dan melakukan analisa serta evaluasi. Hal ini dilakukan agar keputusannya adalah keputusannya yang tepat dan tidak akan merugikannya dikemudian hari.
Namun, ada juga manusia yang mengambil keputusan tidak melalui proses berpikir, pertimbangan, analisa dan evaluasi. Untuk orang yang memiliki bakat tertentu mengambil keputusan tanpa proses tersebut akan sangat mudah. Tetapi untuk orang yang belum terbiasa, ia akan sering mengalami kekecewaan terhadap keputusan yang diambil.
Meski orang dengan bakat mengambil keputusan tanpa melalui proses tersebut. Saya yakin bahwa mereka adalah orang-orang selalu melakukan proses berpikir terus menerus. Proses berpikirnya tidak hanya ketika menghadapi suatu pilihan atau permasalahan. Mereka senantiasa berpikir untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya dalam hal kehidupan mereka.
Belum lagi ditambah dengan pengalaman. Pengalaman yang mereka alami menjadi data yang penting bagi proses berpikirnya. Tidak akan melupakan berbagai macam pengalaman hidup yang ditemui. Mereka akan terus mencari pengalaman baru di bidang yang baru pula atau pada bidang yang sama. Pepatah yang mengatakan, pengalaman adalah guru yang terbaik merupakan ungkapan yang tepat. Karena manusia bisa mencapai kesuksesan disebabkan oleh pengalaman dan proses berpikir.
Manusia yang diberikan akal untuk melakukan proses berpikir dan menemukan pengalaman, maka sudah seharus manusia terus mengoptimal potensi yang telah ada ini. Optimalkan untuk kemajuan bagi peradaban manusia yang beradab. Meningkatkan potensi diri untuk dapat mengambil peran pada proses pembangunan peradaban.
Jumat, 28 Mei 2010
Si Tukang Bubur Naik Haji

Akhirnya Bang sulam dan keluarganya bisa naik haji dan bang sulam tak lupa pula membawa pengurus pesantren tempat ia meminta doa agar ibunya bisa naik haji dan juga penjaga mesjid dikampungnya.
Bang Sulam sehari-hari bekerja sebagai tukang bubur, ia berjualan setiap hari dan hasil dari jualannya ditabungkan sedikit demi sedikit setiap harinya. Ia berkeinginan untuk memberangkatkan ibunya naik haji ke tanah suci. Setiap malam ibunya berdoa agar ia bisa pergi naik haji. Berbagai cara dan rintangan di tempuh oleh Bang Sulam dan istrinya, mulai dari para tetangga yang memperolok-olok istri bang Sulam karena takkan mungkin ia bisa memberangkatkan ibunya naik haji dari bekerja sebagai tukang bubur, sampai-sampai bang sulam dituduh meminjam banyak uang di bank agar ibunya bisa naik haji sampai menggadaikan rumah dan isinya. Kemudian Bang Sulam membawa ibu dan istrinya ke pesantren dan meminta doa kepada anak-anak pesantren agar ibunya bisa naik haji tahun depan, sebagai imbalannya anak-anak yatim piatu itu diberi bubur hangat. Setiap malam ibunya berdoa agar bisa diberikan rezeki.
Akhirnya Bang Sulam mendapat panggilan dari Petugas Bank dan suatu keajaiban terjadi, karena tabungan Bang Sulam sudah mencapai 5 juta dan ia berhak di ikutkan undian dan Bang sulam memenangkan undian Mobil BMW.
Tapi dasar orang kampung tokoh yang diperankan oleh Mat Solar ini malah menolaknya, bang sulam mengatakan “Apa nggak ada hadiah yang untuk naik haji gratis” tidak ada jawab teller bank itu, dan teller itu kemudian mengatakan “Bapak harus membayar pajak dari hadiah mobil ini sebesar 175” lalu bang sulam berkata 175 ribu? Tidak tapi 175 juta, kontan saja bang sulam naik pitam, saya kalau diberi hadiah mau tapi kalau dimintai duit sebanyak itu saya tidak mau, kembalikan uang tabungan saya dan saya tidak akan menabung disini.
Dasar orang kampung tidak tahu masalah yang sebenarnya, bang Sulam lalu bergegas ingin pergi tapi teller bank itu melarangnya dan memberikan penjelasan agar bang sulam mengerti.
“Bapak bisa menjual mobil ini kemudian dengan uang itu bapak bisa membayar pajak tersebut dan bapak masih mendapatkan uang sisanya” Bang sulam kemudian bertanya “uang sisanya itu bisa tidak dipakai untuk mengongkoskan mak saya untuk pergi haji” jangankan emak bapak, satu RT bisa bapak bawa untuk naik haji” mendengar ucapan teller bank itu si Sulam langsung pingsan (ini bagian terlucunya).
Akhirnya Bang sulam dan keluarganya bisa naik haji dan bang sulam tak lupa pula membawa pengurus pesantren tempat ia meminta doa agar ibunya bisa naik haji dan juga penjaga mesjid dikampungnya.
****
Kisah diatas adalah Kisah Sinetron Maha Kasih (kisah Si Tukang Bubur yang Naik Haji). Sinetron tersebut adalah ide cerita dari Ustadz Yusuf Mansur.
Sinetron ini juga diselingi dengan tausiyah singkat dari Ustad Yusuf yang bercerita jika ALLAH berkehendak maka terjadilah, Allah akan mendengarkan doa dan pinta dari hambanya yang benar-benar meminta dengan tulus. Sulam walaupun hanya seorang Tukang Bubur tapi ia berkeinginan untuk memberangkatkan ibunya ke tanah suci, benar-benar niat yang suci, ALLAH mendengar dan melihat semua itu, dan ALLAH memanggil mereka sekeluarga untuk bisa menginjak rumah ALLAH, mereka sekeluarga akhirnya berangkat Naik Haji.
Ingin Naik Haji seperti Bang Sulam? Daftar GRATIS
Langganan:
Komentar (Atom)