Pada hari Minggu tanggal 3 Januari 2010 ini, saya mengikuti sebuah kajian ilmiah dengan membedah sebuah buku. Judul buku ini “Menanti Keruntuhan Amerika.” Yang membuat buku ini menarik tidak hanya pada judulnya saja. Tapi pada penulisnya, yaitu Imanuel Toth. Imanuel ini berkebangsaan Perancis. Ia pernah memprediksikan keruntuhan Uni Sovyet, yang sekarang bernama Rusia.
Buku Menanti Keruntuhan Amerika ini ditulis oleh orang yang memiliki kemampuan untuk melihat masa depan dengan membaca indikasi-indikasi realita yang ada. Siapa saja yang ingin mengkaji buku secara lebih mendalam tentu akan semakin memberi kejelasan kepada kita bahwa Amerika, negara adidaya, sampai saat ini, justru tinggal menunggu keruntuhannya saja.
Memang terlihat ekstrem tapi dalam buku ini dijelaskan bahwa keruntuhan Amerika itu bukan hal yang mustahil. Dengan melihat indikasi-indikasi yang terjadi, ini semakin menguatkan bahwa Amerika akan segera runtuh. Runtuh yang dimaksud di sini adalah runtuh kekuatan hegemoni terhadap negara di dunia. Hegemoni politik, ekonomi, budaya, teknologi dan sebagainya.
Sebenarnya banyak buku yang mengkaji tentang peradaban. Selain buku ini, ada Samuel P. Huntington dengan Benturan Peradaban (The Clash Civilizations) dan Fukuyama dengan Akhir Dari Sejarah (The End of History). Kedua buku ini sama-sama memprediksikan tentang kemunculan sebuah peradaban yang akan menggantikan peradaban Amerika. Dalam buku Benturan Peradaban dijelaskan dengan menyebut Barat dan Timur. Atau, Barat dan Islam. Begitu juga dengan buku Fukuyama, justru disebutkan bahwa kebangkitan peradaban baru itu justru muncul dari umat Islam di Indonesia.
Kembali kepada kajian. Mengapa Amerika runtuh? Siapa yang menginginkan Amerika runtuh? Kalau Amerika runtuh siapa yang akan menggantikannya? Atau siapa yang diuntungkan? Tentu masih banyak lagi pertanyaan lain.
Apa yang menyebabkan Amerika runtuh? Kita harus melihat Amerika sebagai sebuah negara yang normal saja. Bisa melakukan kesalahan dan kekeliruan dalam kebijakan. Kebijakan dalam berbagai bidang pemerintahan dan politiknya. Kesalahan itulah yang membuat Amerika mengalami kerugian yang besar. Seperti contoh pada krisis keuangan yang dialami oleh Amerika kemarin. Keuangan krisis ditambah dengan biaya perang yang belum terlihat akan berakhir. Artinya beban keuangan Amerika sebenarnya, luarbiasa berat. Anda bisa mencarinya sendiri berkaitan dengan kesalahan kebijakan Amerika.
Keruntuhan itu bukannya hilangnya negara Amerika dari dunia ini. Tetapi hegemoni yang begitu kuat terhadap negara lain. Sederhananya, Amerika memiliki kekuatan untuk mempengaruhi kebijakan sebuah negara. Karena, hanya Amerika, yang sampai saat ini, yang memiliki berbagai kekuatan. Politik, keuangan, militer dan ekonomi. Secara langsung atau tidak, Amerika telah menguasai dunia melalui hegemoni dalam bidang-bidang tersebut.
Negara mana yang mau terus menerus di “kuasai” oleh negara lain. Penjajahan terhadap negara lain. Tidak ada yang mau. Negara manapun tentu akan melawan jika negaranya terjajah atau tidak memilik kebebasan dalam menentukan kebijakannya. Perlawanan terhadap penjajahan. Bahasa yang ditulis oleh S.P. Huntington adalah dekolonisasi. Ketidaksenangan terhadap penjajahan dan perlawanan terhadapnya.
Mohon maaf kepada teman-teman. Kajiannya saya cukupkan disini dulu. Nanti akan saya sambung lagi. Siapkan diri untuk memiliki kontribusi bagi kebaikan negara kita dan agama. Kalau ternyata prediksi Imanuel dan yang di tulis oleh ilmuwan itu benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar