Rabu, 13 Januari 2010

Bedah Buku Menanti Kehacuran Amerika (lanjutan)

Dalam diskusi bedah buku juga disampaikan bahwa indikasi kehancuran Amerika sudah terlihat. Seperti krisis keuangan, keamanan, militer dan mungkin juga ekonomi. Krisis keuangan kemarin telah membuat keuangan Amerika terkuras, karena ia harus mengeluarkan jutaan dollar untuk menyelamat aset keuangannya. Begitu juga dengan aksi militernya dibeberapa negara. Mau tidak mau, itu juga akan menguras keuangan negara. Jadi secara ekonomi dan keuangan, Amerika sebenarnya perlahan muali melemah. Mungkin jika bukan karena penopang ekonominya, mungkin Amerika sudah tidak sekuat sekarang ini. Penopang ekonomi Amerika, terdiri dari berbagai macam industri waralaba. Seperti Mc D, KFC, Cola-Cola, dan masih ada yang lain. Inilah penopang ekonomi Amerika. Karena penopang ini begitu kuat merajai dibeberapa negara atau mungkin juga seluruh dunia.

Anda tentu sudah mendengar Uni Eropa. Uni Eropa merupakan gabungan negara-negara yang berada di benua Europa. Uni Eropa juga membuat mata uang sendiri yang disebut Euro. Uni Eropa mengharuskan negara-negara yang tergabung di dalamnya menggunakan mata uang Euro untuk transaksi keuangan dan bisnis. Ini juga indikasi bahwa nilai tukar uang Amerika sudah mulai ada saingan. Yang berarti juga akan mengancam keuangan Amerika.

Sekarang hampir seluruh dunia menggunakan dollar Amerika dalam transaksi keuangan dan bisnis. Ketergantungan dunia sangat besar kepada Amerika. Sekarang tiba-tiba ada saingan dalam penggunakan mata uang tentu ini akan menjadi ancaman serius. Amerika telah mengeluar jumlah nilai uang yang besar dan sampai saat ini nilai mata uangnya masih dipakai. Tetapi kalau nilai uangnya sudah tidak terpakai lagi, tentu uang dollar akan di tarik kembali ke negara asalnya. Ini berarti ada penumpukan dollar di negara Amerika sehingga ini akan mengguncang perekonomian dan transaksi keuangan.

Indonesia pun tidak berani mengeluar nilai uang terlalu banyak. Terlalu banyak tapi tidak terpakai akan merugikan. Terlalu sedikit juga tidak baik. Jadi memang harus di atur sedemikian agar tetap seimbang. Kita juga masih ingat bagaimana terjadinya krisi global. Ini akibat dari permainan nilai mata uang saja.

Negara Eropa sudah bergabung menjadi Uni Eropa. Dan mengeluarkan mata uang sendiri. Sekarang yang dibutuhkan oleh masing-masing negara mampu bersatu. Negara Asia bersatu menentukan kesepakatan baru yang tidak di intervensi Amerika. Benua Afrika juga bergabung menentukan masa depan negaranya. Semakin banyak negara yang berusah berpisah dari ketergantungan Amerika, posisi Amerika akan semakin lemah.

Satu negara yang takut kepada Amerika bergabung dengan satu negara yang takut Amerika lagi sehingga ada dua negara yang takut dan akhirnya menjadi berani. Karena ada temannya untuk melawan. Jadi semakin banyak negara yang takut dan berkumpul menjadi satu maka kekuatannya pun akan menjadi besar dan keberaniannya pun akan muncul.

Masa iya, satu negara melawan 10-20 negara, tidak bisa menang. Tentu yang banyak akan menang melawan yang sedikit. Jadi buat apa takut dengan Amerika, bergabung saja dengan negara yang lain. Sapu lidi jika hanya satu batang tidak akan bermanfaat tetapi jika ia dikumpulkan dan di ikat menjadi satu maka menjadi kekuatan besar dan bermanfaat.

Ini hanya sekedar kajian dari bedah buku Imanuel Toth, Menanti Kehancuran Amerika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

Arti (1) Budaya (1) Dunia (1) hebat (1) hewan (1) hukum (1) kebutuhan (1) keputusan (1) kerbau (1) Konsumerisme (1) Makna (1) manusia (1) memilih (1) parkinson (1) Penangkal (1) populer (1) potensi (1) potensi besar (1) sukses (1) Zuhud (1)